Sabtu, 05 Mei 2012

Bos Sido Muncul Bantah Beri Hadiah Mobil
JAKARTA - Bos PT Sido Muncul, Semarang, Irwan Hidayat, membantah jika perusahaannya yang bergerak di bidang jamu menyediakan hadiah mobil atau uang dalam jumlah besar, bagi konsumennya yang beruntung saat minum produknya.
"Perusahaan saya tak pernah menjanjikan apa-apa bagi konsumen yang minum jamu Sido Muncul. Apakah itu janji memberikan uang atau mobil, apalagi janji-janji konsumen akan langsung sehat dan kuat kalau minum jamu buatan perusahaan saya. Itu tidak benar. Promosi Sido Muncul tidak pernah seperti itu," ujar Irwan.
Sebelumnya, Irwan dikonfirmasi mengenai adanya stiker yang ditemukan oleh seorang konsumennya bernama Heri, pegawai Negeri Sipil DKI Jakarta, Jumat (4/5/2012) lalu, saat minum jamu Sido Muncul di kawasan rumahnya di Jalan Petogogan, Kebayoran, Jakarta Selatan.
Dalam stiker berwarna kuning dari plastik  tertulis "Anda Mendapat Hadiah Mobil Yaris". Selanjutnya, konsumen diminta menghubungi sebuah nomor telepon yang berkode area di kawasan Jakarta Utara. Namun nomor telepon itu tidak bisa dihubungi.
Menurut Irwan, stiker yang ditemukan dalam plastik kemasan jamu produk Sido Muncul itu adalah buatan orang-orang tertentu yang ingin memerasnya. "Stiker itu sengaja dimasukkan setelah, dia membeli satu kotak jamu produk Sido Muncul, dan kemudian dirapikan kembali dalam kardusnya sehingga seolah-olah itu benar-benar produk kami," jelas Irwan.
Irwan mengaku modus operandi itu sudah dilaporkan ke polisi beberapa tahun yang lalu. Namun, hingga kini tidak pernah ditanggapi serius. "Bahkan, pemerintah juga sudah tahu. Untuk mempromosikan ketidakbenaran bahwa Sido Muncul memberikan hadian atau uang, saya sudah habis biaya sampai Rp 1,8 miliar," keluhnya.
Lebih jauh Irwan menyatakan, harusnya, pemerintah melindungi industri jamu nasional, dengan resmi mengumumkan bahwa industri jamu nasional tidak mengiming-imingi konsumen dengan hadiah atau kemanjuran jamu tersebut secara demontrastif.
"Kalau didiamkan terus seperti itu, yang jadi korban adalah konsumen, seperti Heri itu," lanjut Irwan.

Jumat, 04 Mei 2012

Pupuk Organik LIPI Tingkatkan Produktifitas Pertanian
 ILUSTRASI
TASIKMALAYA - Pupuk organik hayati hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  beyonic, diklaim berhasil meningkatkan produksi pertanian di beberapa daerah. Pupuk ini juga efektif meningkatkan bahan organik, dan memulihkan keberadaan mikroba tanah.
"Bahan-bahan alami yang kami gunakan, menumbuhkan mikroba unggul dan mampu menyediakan nitrogen, phospat, serta kalium, yang baik untuk kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman," kata Antonius Sarjiya, Periset di Pusat Penelitian Biologi LIPI di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/5/2012).
Sarjiya mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Wonogiri dengan total lahan 13 hektar yang diberikan pupuk beyonic, menunjukan hasil positif.
Di lahan seluas delapan hektar di desa Selogiri dan Desa Mento di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, misalnya, hasil panen meningkat 15-25 persen per hektar, dan mampu menurunkan penggunaan pupuk kimia mencapai 30-50 persen per hektar.
Hasil serupa terjadi pada panen jagung di lahan seluas 2,5 hektar di Kabupaten Wonogori. Saat ini, hasil panen meningkat dua kali lipat atau sekitar 16 ton per hektar dari panen sebelumnya. Panen kol dan cabai di Cimelati, Kabupaten Sukabumi, juga dilaporkan meningkat sekitar 10- 25 persen dari panen sebelumnya
Selain mampu meningkatkan hasil pertanian, pupuk organik juga bisa meringankan biaya yang harus dikeluarkan petani. Petani hanya perlu mengumpulkan bahan organik berupa bekatul, tepung ikan, tepung jagung, tebu tetes, dan ekstrak tauge.
Ia mengataka, biaya yang dikeluarkan petani juga terbilang lebih ringan, hanya Rp 10.000 per kilogram. Jumlah itu, jauh lebih kecil daripada biaya yang harus dikeluarkan petani untuk membeli pupuk organik, yang dijual umum antara Rp 60.000 Rp 80.000 per kilogram.
"Dengan tingkat keberhasilan ini, saya berharap pola dan metode pupuk organ ik ini bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Sementara itu, aplikasi teknologi lainnya diterapkan Yantyati Widyastuti, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Yantyati mengatakan telah menerapkan fermentasi pakan rumput. Perternak diharapkan bisa memenuhi persediaan pakan, tanpa terpengaruh cuaca atau keterbatasan lahan.
Yantyati mengatakan, teknologi ini menggunakan bakteri asam laktat untuk menghindari pertumbuhan jamur. Lahan pengawetan mudah dibuat di lubang tanah, tong, hingga penampungan dari kantong plastik. Syarat utamanya, rumput fermentasi itu harus terhindar dari kontak oksigen.
"Rumput yang bisa digunakan utamanya adalah gajah atau raja. Pembuatan antara 3-4 minggu tergantung jumlah ternak. Kami berharap tidak ada suara peternak yang kesulitan rumput, akibat kemarau atau minimnya ketersediaan lahan," katanya.

Selasa, 01 Mei 2012

Bank Mandiri Mau Jual Surat Utang Warisan Krisis?
 ILUSTRASI
JAKARTA -  Hasrat Bank Mandiri melepas obligasi rekapitalisasi tampaknya tak terbendung. Bank terbesar dari sisi aset ini berupaya agar segera bisa melepas surat utang warisan krisis tahun 1998 itu. Maklum, obligasi yang sempat menjadi penyelamat perbankan dari krisis ini kini sudah tak menarik lagi lantaran yield-nya hanya di kisaran 3 persen.

Sebelum ada perubahan referensi penghitungan yield obligasi rekapitalisasi, dari bunga Sertifikat BI tiga bulan ke Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan, bank pemilik obligasi rutin menikmati pemasukan bunga di atas 6 persen per tahun, tergantung jenis obligasi. Pada 2008 – 2009, bank bahkan menikmati bunga di atas 11 persen, mengikuti rerata bunga SBI saat itu.
Senyum bankir semakin mengembang karena bank tidak mengeluarkan biaya dana (beban bunga) untuk memperoleh windfall profit ini. Negara menganggarkan bunga obligasi rekapitalisasi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Direktur Keuangan Mandiri, Pahala Nugraha Mansyuri, mengestimasi, jika penurunan yield obligasi sebesar 1 persen, perseroan kehilangan pendapatan bunga hingga Rp 800 miliar. "Bila penurunannya sampai 2 persen, pendapatan bunga berkurang Rp 2 triliun,” katanya.
Pahala menargetkan, dalam 6 bulan - 9 bulan ke depan, perseroan bisa melepas obligasi rekapitalisasi Rp 2 triliun - Rp 5 triliun dari total obligasi berstatus available for sale Rp 53,7 triliun. Penjualan bertahap, karena nilai obligasi yang ingin dilepas terlalu besar, sulit menjual sekaligus.
Manajemen terus berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait dengan obligasi ini. Antara lain, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan. Ketiga pihak ini kini tengah membahas mekanisme transaksi, sekaligus payung hukumnya.
BI merupakan pembeli potensial, karena bisa menggunakan obligasi rekapitalisasi sebagai alat operasi moneter. Sedangkan Kementerian Keuangan, pihak yang berwenang menentukan penyelesaian obligasi, termasuk mengubah dasar hukum. Mandiri berharap, pemerintah bersedia merestrukturisasi obligasi rekapitalisasi miliknya, termasuk mengubah dari variable rate menjadi fixed rate.
Wajar bila Mandiri berharap perubahan itu. Dengan status fixed rate, pendapatan bunga dari obligasi rekapitalisasi bisa terkerek lagi. Jika mengacu ke obligasi rekapitalisasi fixed rate BNI, rata-rata bunganya di atas 10 persen.
Sunarsip, Ekonom The Indonesia Economic Intelligence mengingatkan bank tidak melupakan sejarah krisis. "Nilai aset yang diserahkan pemilik bank tak sampai 30 persen dari nilai obligasi rekapitalisasi yang diinjeksi ke bank," katanya. Meski dirugikan, pemerintah tetap membayar bunga setiap tahun. Acuannya nilai obligasi rekapitalisasi yang dipegang bank, bukan nilai aset yang berhasil terjual.
Misalkan, bank A menerima obligasi rekapitalisasi Rp 100 miliar. Pemilik menyerahkan aset senilai sama. Tapi, setelah dijual, ternyata hanya laku Rp 30 miliar. Rugi Rp 70 miliar menjadi tanggungan pemerintah. "Sudah rugi di awal, pemerintah membayar bunga dari total nilai," kata mantan komisaris bank itu.
Ironis, setelah menikmati untung besar, bank pemilik obligasi kini mengeluh pemasukan tak setinggi dulu. "Dulu, mereka menganggap obligasi rekapitalisasi sebagai ongkos krisis, mengapa sekarang tidak menganggap yield rendah sebagai ongkos krisis," kata dia. Ia mempersilakan bank menjual obligasi ke BI atau pemerintah, tapi harus diskon. Cara menghitungnya, kata Sunarsip, sederhana. Pertama, hitung total pendapatan bank dari obligasi ini. Hasilnya menjadi pengurang harga, setelah dikurangi inflasi dan pendapatan bunga wajar.
Kedua, menghitung total aset yang pernah diserahkan pemilik bank ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), lalu bandingkan dengan hasil penjualan aset tersebut. Selisihnya, bisa menjadi komponen pengurang harga obligasi. "Ini paling fair," kata Sunarsip.

Senin, 30 April 2012

5 Pom Bensin Shell Ditutup, BPH Migas Tak Dilibatkan

Ilustrasi. (Foto: Corbis)
ILUSTRASI
MEDIA INFORMASI — JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengaku tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menutup lima pom bensin milik Shell minggu lalu. Hal ini dikarenakan wewenang tersebut menjadi hak penuh pemprov.

"Urusan tutup SPBU itu tidak ada koordinasi dengan BPH Migas. Shell dapat izin usaha niaga umum dari ESDM dan mereka memperoleh izin lokasi dan bangunan dari Pemda DKI. Terkait dengan melanggar izin yg dikeluarkan Pemda, maka Pemda lah yang berhak memberi sanksi," ujar Komite BPH Migas Ibrahim.

Karena tidak berkaitan, Ibrahim menyebut tidak akan ada korelasi antara ditutupnya lima SPBU milik Shell yang dilakukan Pemprov DKI akhir minggu lalu pada penyaluran BBM ke masyarakat. Minggu lalu, lima SPBU milik perusahaan migas dari Inggris di Jalan Mampang Prapatan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kiai Tapa, Jalan S Parman, dan Jalan Suprapto ditutup Pemprov karena perizinan.

Meskipun begitu, ketika ditanya apakah penutupan SPBU Shell ini akan berdampak baik pada pengusaha lokal dan PT Pertamina (Persero) untuk mengambil alih, Ibrahim menyebut ada tiga hal yang harus dilihat.

"Ada tiga persoalan, satu apakah di lokasi itu masih diberi izin oleh Pemda. Dua apakah pemilik asset mau. Ketiga, apakah Pertamina juga mau.  Itu karena usaha menjual BBM nonsubsidi sepenuhnya berprinsip business to business," tandasnya.

Minggu, 29 April 2012

UMKM mulai banyak memanfaatkan penjualan lewat Internet
ILUSTRASI
Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia saat ini mulai banyak yang memanfaatkan Internet sebagai sarana penjualan produk, selain dilakukan secara langsung.

"Hal ini menjadi perhatian kami sebagai pengelola situs `e-commerce`. Kami semakin aktif menggiatkan edukasi kepada komunitas-komunitas UMKM," kata pimpinan situs jual beli online Tokobagus.com, Remco Lupker,

Didampingi pimpinan lainnya Arnold Sebastian, Remco mengatakan bahwa salah satu perhatiannya adalah keterlibatannya dalam ajang Innacraft 2012 di Jakarta Convention Centre mulai 25 hingga 30 April 2012.

Ia menjelaskan bahwa saat ini anggota situs jual beli online dari kalangan UMKM mencapai lebih dari 25 persen dari total 2,5 juta anggota aktif.

Kalangan pebisnis UMKM yang aktif menjadi member di Tokobagus.com terdiri dari beragam pengusaha dari berbagai industri, seperti fashion, makanan, kerajinan tangan, koleksi seni, kesehatan dan kecantikan serta beragam lainnya.

Arnold Sebastian Egg menambahkan, sejalan dengan langkah menyasar UMKM untuk semakin meningkatkan pengembang bisnisnya secara online, Tokobagus.com banyak melakukan sosialisasi tentang "e-commerce", misalnya bekerja sama dengan berbagai pihak.

"Seperti Kementerian Perdagangan, baik di tingkat pusat maupun daerah dan juga menggandeng komunitas-komunitas UMKM yang ada di Indonesia," katanya.

Ia berharap, kalangan UMKM jangan hanya dimaknai mereka yang mendapatkan pengakuan dari pemerintah untuk menjalankan usahanya itu, sebab banyak individu kreatif yang juga layak disebut sebagai pelaku UMKM.

Meski demikian, Arnold mengakui belum banyak masyarakat yang menyadari kelebihan transaksi "online", salah satunya disebabkan karena mereka belum melek internet atau sering mengakses internet tetapi belum tahu manfaatnya secara luas.

"Kalangan pengusaha UMKM ada yang hanya menggunakan internet sebagai sarana berinteraksi sosial lewat situs jejaring sosial. Masih banyak juga yang mencoba untuk berbisnis atau bertransaksi jual beli barang atau jasa," katanya.

Karena itu, kegiatan Tokobagus.com di even Innacraft ini dimaksudkan pula sebagai sarana sosialisasi kepada kalangan pengusaha UKM maupun UMKM tentang manfaat internet dalam hal ini e-commerce.

Sementara itu kedua pimpinan dan pendiri Tokobagus.com dalam kesempatan yang sama di ajang Innacraft 2012 memberikan donasi kepada para perajin binaan dari Yayasan Kapeta (Karya Peduli Kita), sebuah yayasan yang peduli terhadap penderita HIV/AIDS.

Direktur Yayasan Kapeta Erry Wijoyo seusai menerima donasi dari Tokobagus.com mengungkapkan bahwa donasi tersebut akan disalurkan untuk program pembinaan atau pendampingan bagi para odha (orang dengan HIV/AIDS) yang memang diberdayakan untuk menjadi perajin.

"Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dari kedua pimpinan Tokobagus.com, selanjutnya donasi ini akan kami manfaatkan untuk pembinaan bagi teman-teman odha yang memang kini dalam pengembangan dan pemberdayaan menjadi perajin,"

Sabtu, 28 April 2012

Lima SPBU Shell Disegel
 
JAKARTA — Lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell disegel oleh Dinas Energi dan Industri DKI Jakarta karena tidak memperpanjang izin usaha. Penyegelan ini telah dilakukan tiga hari lalu, yaitu pada 24 April.

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Andi Baso mengatakan, kelima SPBU ini telah habis masa izin usahanya sejak sebulan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada pengajuan perpanjangan izin usaha dari SPBU tersebut.

"Lima SPBU ini tidak boleh beroperasi sampai izin usahanya diurus dan diperpanjang," kata Andi di Jakarta, Jumat (27/4/2012).

Adapun lima SPBU Shell yang disegel tersebut berada di Jalan Mampang Prapatan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kiai Tapa, Jalan S Parman, dan Jalan Suprapto.

Sebelum penyegelan, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan sebanyak tiga kali, tetapi tidak ada tanggapan. "Sudah tiga kali diberi surat peringatan, tapi tidak ditanggapi. Karena itu, kami segel," ungkap Andi.

Ia menjelaskan bahwa semestinya izin usaha tersebut diperpanjang setiap lima tahun sekali. Sebelum mendapat perpanjangan izin usaha, SPBU tersebut harus ada pengujian instalasi terlebih dahulu. "Tidak ada larangan untuk berusaha selama etis dan menaati peraturan yang ada. Jika izin sudah habis, maka diperpanjang," tandasnya.

Jumat, 27 April 2012

Chairul Tanjung Borong Saham Garuda Rp 1,5 Triliun?
 Chairul Tanjung.
JAKARTA -  Pengusaha nasional Chairul Tanjung disebut-sebut memborong sisa saham IPO PT Garuda Indonesia Tbk sebesar 2,47 miliar lembar atau 10,88 persen. Chairul Tanjung membeli saham Garuda tersebut melalui PT Trans Airways pada harga Rp 620 per lembar saham.
Selama ini sisa saham IPO Garuda tersebut berada di tangan tiga perusahaan sekuritas yang menjadi penjamin emisi. Tiga perusahaan sekuritas tersebut adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Komposisinya, Bahana dan Danareksa menguasai lebih dari 900 juta saham, sedangkan Mandiri Sekuritas sekitar 400 juta saham. Ketiga perusahaan sekuritas tersebut terpaksa membeli saham sisa IPO yang tidak terbeli masyarakat.
Rencanannya, pengambilalihan saham tersebut akan dilaksanakan hari ini, Jumat (27/4/2012). Dokumen jual beli sudah diteken oleh ketiga  perusahaan sekuritas. "Crossingnya rencananya dilaksanakan besok. Dokumen jual belinya sudah ditandatangani. Jadi ya pasti saham itu diambilalih CT,"
Harga pembelian saham Garuda tersebut terdiskon sekitar 17,3 persen dari saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 750 per lembar saham. Bila benar saham Garuda yang berada di tangan tiga sekuritas tersebut dilepas dengan harga Rp 620 per lembar saham, maka nilai total dana yang akan dikeluarkan Chairul Tanjung adalah sekitar Rp 1,554 triliun.
Meski beberapa pihak yang mengetahui proses transaksi saham Garuda tersebut sudah berani memastikan, namun hingga kini pihak CT Corporation, induk usaha PT Trans Airways, belum memberi keterangan apa-apa.
Garuda Indonesia dalam proses IPO tahun lalu menawarkan 6,33 miliar saham atau sebesar 27,98 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Tapi, dalam proses IPO, hanya sekitar 52,5 persen atau 3,32 miliar saham yang terserap pasar.
Untuk itu, sisanya sekitar 47,5 persen atau 3,008 miliar saham harus diserap tiga penjamin pelaksana emisi yang telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual saat IPO.
Selama sepekan terakhir, harga saham Garuda sempat menyentuh level tertinggi Rp 670 yang dicatatkan pada Selasa 24 April 2012. Namun pada Kamis siang kemarin, sempat turun lagi ke harga Rp 650.
PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan kesiapan menjalin kerja sama dengan PT Trans Airways. Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyatakan, tidak menutup kemungkinan terjadinya kerjasama antara Garuda Indonesia dengan Trans Airways dalam memberikan pelayanan konsumen. "Sebab, kerjasama antar maskapai sudah dilakukan perseroan," katanya.
Kesiapan Garuda itu menyusul kabar PT Trans Airways membeli 10,8 persen saham Garuda. "Tapi, itu semua nanti akan ditentukan dan dibahas melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," kata dia.